Search

HKTI Sumut Desak Stop Sayur Impor ke Sumut - DNA Berita

MEDAN – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) wilayah Sumut Gus Irawan Pasaribu mendesak pemerintah menghentikan impor sayur ke Sumatera Utara yang sebenarnya bisa dipenuhi dari pasokan lokal.

Gus mengungkapkan hal itu di pusat kebun hidroponik hidro tani sejahtera Sei Mencirim baru-baru ini. Dia membandingkan selama ini volume impor sayur yang masuk Sumut lumayan tinggi.

Walaupun sebenarnya Sumatera Utara merupakan sentra penghasil sayur namun kapasitas impornya juga tinggi, kata Gus Irawan yang juga Ketua Komisi VII DPR-RI ini. Kalau dibanding-bandingkan sejak lima tahun lalu, volume impor sayur ke Sumut itu cenderung naik.

“Malah kalau saya tidak salah di tahun 2012 jumlahnya meningkat hingga 35 persen. Padahal kita tahu sendiri sentra sayur kita cukup banyak dari Simalungun, Karo dan wilayah tapanuli. Tapi kita harus impor lo,” jelasnya.

Gus mengatakan nilai impor sayur yang masuk Sumut itu nilainya ada di kisaran 30 juta dolar AS per tahun. Secara nasional jumlah impor sayur mencapai 500 juta dolar AS per tahun. Permintaan paling banyak itu memang dari hotel terutama standar internasional yang tak anggapannya tak bisa dipenuhi dari produksi lokal.

Dia menegaskan sayuran impor yang paling banyak masuk Sumut itu seperti bawang merah, bawang putih, wortel, jamur, cabai, bayam, sayuran segar lainnya, kentang dan kacang kapri. Sedangkan negara asalnya yakni China, Myanmar (Burma), Australia, India, Thailand, Ethiopia, Malaysia, Vietnam, United Kingdom (UK), Kenya dan Amerika Serikat.(Guz/Mdn).

Let's block ads! (Why?)


Baca Kelanjutan HKTI Sumut Desak Stop Sayur Impor ke Sumut - DNA Berita : http://ift.tt/2uY1ySp

Bagikan Berita Ini

0 Response to "HKTI Sumut Desak Stop Sayur Impor ke Sumut - DNA Berita"

Post a Comment

Powered by Blogger.