Search

Elisabet Tak Bisa Tanam Sayur Karena Tak Ada Air di Oenino - Pos Kupang

Laporan wartawan Pos Kupang.com, novemy leo

POS KUPANG.COM, OENINO – Elisabeth Bifell, warga Desa Oenino, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS, mengaku selama ini tidak bisa menanam sayuran karena sulit mendapatkan air.

Namun Elisabet yakin, jika bendungan Temef sudah dibangun di wilayah itu maka air akan melimpah sehingga dia dan masyarakat lainnya bisa menanam sayur sayuran.

“Kalau Bendungan Temef sudah jadi, maka saya akan menanam sayur karena pasti air sudah melimpah,” kata Elisabet, Rabu (18/10/2017) sore, di Desa Oenino.

Tidak saja Elisabeth, Aser Mnanu, Iren Faot, Jetri Talan, warga Oenino lainnya juga menyambut baik rencana pembangunan Bendungan Temef di wilayah Kecamatan Oenino dan Kecamatan Polen.

Mereka berharap, jika bendungan Temef sudah beroperasi nanti, mereka tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk makan minum dan menyirami tanaman pertanian dan perkebunan mereka.

Bahkan mereka bisa menjual hasil panen itu untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Bendungan Temef.

Mereka dimintai tanggapannya soal pembangunan Bendungan Temef di wilayah mereka. Aser mengaku selama ini mereka sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jangankan air bersih untuk mandi, air bersih untuk masak saja mereka sangat sulit mendapatkannya.

“Kami harus membeli air yang dijual di oto (mobil) pik up. Harganya pun berfariasi, 3 dirijen ukuran 20 liter seharga Rp 5.000, kalau musim kering satu dirijen harganya Rp 3.000,” kata Aser.

Bagi warga yang mampu, setiap hari mereka membeli air rata-rata sebesar Rp 45.000 atau setiap bulan Rp 1.350.000 atau satu tahun sebesar Rp 16.200.000. Hal ini terjadi karena sumber air di wilayah Oenino sangat minim jika pun ada, debit airnya sangat kecil.

Karenanya, Aser sangat berharap agar jika bendungan Temef sudah beroperasi nanti, mereka tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Saya dengar nanti mau buat tenaga listrik air. Saya senang karena nanti kami tidak beli air lagi,” kata Aser.

Iren Faot mengatakan, selama ini membuka kios kecil diatas lokasi Bendungan Temef. Dia menjual sejumlah makanan ringan dan minuman. Iren berharap jika bendungan Temef sudah beroperasi maka akan banyak orang yang mengunjungi bendungan itu sehingga dagangannya bisa laku terjual.

“Setiap hari saya datang kesini untuk berjualan, hasilnya lumayan. Saya senang kalau Bendungan Temef ini jadi maka nanti pasti ada air berlimpah untuk kami,” kata Iren. (*)

Let's block ads! (Why?)


Baca Kelanjutan Elisabet Tak Bisa Tanam Sayur Karena Tak Ada Air di Oenino - Pos Kupang : http://ift.tt/2irOksZ

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Elisabet Tak Bisa Tanam Sayur Karena Tak Ada Air di Oenino - Pos Kupang"

Post a Comment

Powered by Blogger.