MANADO – Pergerakan harga tomat sayur memicu inflasi bulan September di Kota Manado sebesar -1,04 persen. Atau mengalami deflasi lanjutan yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. “Dengan angka tersebut maka secara tahunan inflasi Sulut September tercatat sebesar 3,42 persen secara year on year,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Soekowardojo. Ia menjelaskan, angka inflasi Sulut tersebut tercatat masih berada di bawah tingkat nasional pada bulan September yang tercatat sebesar 0,13 persen untuk month to month atau 3,72 persen secara year on year.
Namun, inflasi Sulut bulan September, sambung Soekowardojo, relatif searah dengan proyeksi BI sebelumnya. Di sisi lain, angka realisasi inflasi September tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata historisnya selama 5 tahun terakhir. Dimana, untuk periode lima tahun, inflasi yang terjadi sebesar -0,75 persen (mtm).
“Terjadinya deflasi bulan September dipengaruhi oleh meredanya tekanan harga pada kelompok volatile food dan administered prices. “Sementara tekanan pada kelompok inti tercatat meningkat, namun masih dalam besaran yang terbatas. Penurunan harga komoditas strategis Barito, khususnya tomat sayur, menjadi pemicu utama terjadinya deflasi,” ungkap Soekowardojo.
Hal tersebut, lanjutnya, diperkirakan merupakan dampak dari kondusifnya situasi cuaca, membaiknya pasokan serta keberhasilan pelaksanaan beberapa program TPID yang ditujukan bagi pengendalian harga komoditas strategis tersebut. “Selanjutnya, pada kelompok administered prices, koreksi harga pada komoditas angkutan udara terjadi seiring dengan kembali normalnya tingkat permintaan, menjadi penyebab utama terjadinya deflasi pada kelompok tersebut,” pungkasnya.
Terpisah, pengamat ekonomi Sulut Joy Tulung PhD mengatakan, deflasi 1,04 persen di Manado bisa juga diartikan perkembangan ekonomi Sulut baik di bulan September. “Ini tentunya juga disebabkan oleh keberhasilan pelaksanaan program yang dibuat TPID,” katanya. Penurunan harga tomat, lanjutnya, juga adalah pemicu utama terjadinya deflasi. “Dengan adanya deflasi di bulan September ini diharapkan bisa mendukung pencapaian target inflasi 2017,” harap akademisi Unsrat ini. (fgn)
Baca Kelanjutan Tomat Sayur Picu Deflasi - Manado Post online : http://ift.tt/2fJT1JS
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tomat Sayur Picu Deflasi - Manado Post online"
Post a Comment